Unordered List

6/recent/ticker-posts

Umat Yang Kudus

 

                                                        

Tema renungan kita pada hari ini ialah: Umat Yang Kudus. Dalam sekolah minggu, guru bertanya kepada anak-anak binaannya: “Apakah tujuannya Tuhan menolong dan memperhatikan manusia?”. Jawaban anak-anak beragam. Ada yang berkata bahwa tujuannya ialah supaya Tuhan menyelamatkan lebih banyak orang. Yang lain berkata supaya manusia gembira dan bahagia. Dan yang lain lagi berkata supaya Tuhan menunjukkan bahwa cinta-Nya amatlah besar.

 

Guru bina iman pada akhirnya menyimpulkan bahwa semua jawaban itu benar. Dasar pemikirannya ialah karena Tuhan ingin kebaikan dan kebenaran ada pada pihak manusia. Di pihak Tuhan sendiri, tidak diperlukan lagi suatu kebutuhan untuk membuat Dia menjadi lebih baik dan lebih benar. Sebaliknya Tuhan berkehendak supaya kita manusia yang fana ini menjadi lebih baik dan lebih benar. Menurut Injil Matius pada hari ini, Tuhan Yesus berkehendak supaya kita menjadi umat yang kudus, atau menjadi sempurna sebagaimana Bapa di surga yang sempurna adanya dalam keabadian.

 

Sesungguhnya, Tuhan menolong dan memperhatikan kita sejak lahir sampai kita meninggalkan dunia ini di saat kematian nanti, tujuannya ialah supaya kita menjadi kudus. Ia menitipkan kita untuk hidup sementara di dunia ini. Selama berada di dunia ini masing-masing kita dengan batas usia sendiri-sendiri, berjalan dan berada bersama di dalam terang-Nya kudus. Terangnya itu berwujud dalam beraneka jenis.

 

Sabda Tuhan adalah sabda yang kudus. Ungkapan Sabda Tuhan kita alami melalui pewartaan, bacaan rohani, nasihat atau bimbingan rohani, berbagi pesan kitab suci, dan ibadat. Pelayanan-pelayanan Gereja baik dalam bentuk sakramen maupun non-sakramen dan karya kasih juga merupakan perbuatan-perbuatan mulia dan kudus. Gereja sebagai tubuh dan Yesus Kristus sebagai Kepalanya adalah kudus. Panggilan suci seperti hidup bakti, imamat dan perkawinan adalah suci. Nama-nama suci yang melekat pada diri kita masing-masing ialah kudus. Singkatnya, Tuhan sudah menyediakan semua jalan, sarana, dan cara yang kudus supaya membantu kita menjadi kudus sama seperti Dia.

 

Penetapan orang-orang beriman menjadi satu umat yang kudus sudah dilakukan oleh Tuhan Allah sejak zaman Musa dahulu, karena satu umat pilihan harus dikhususkan supaya janji besar-Nya untuk datangnya Mesias, yaitu Yesus Kristus diwujudkan. Kitab Ulangan menegaskan hal ini, untuk mengingatkan kita akan status kita sebagai umat Allah yang kudus, melalui Ibu Gereja kita. Namun demikian, Umat Allah yang kudus sebagai institusi tidak otomatis menjamin bahwa setiap pribadi anggotanya adalah kudus. Sebab tiap-tiap orang memiliki dosa, dan Gereja selalu menyediakan instrumen untuk penghapusan dosa setiap orang. Dalam masa PraPaskah ini, hendaklah kita memanfaatkan instrumen itu. (Rm Peter Tukan, SDB)

 


Posting Komentar

0 Komentar